Postingan

Aku, Luka, dan Proses Belajar Memaafkan

Namaku… ah, sebut saja aku seorang remaja 20 tahun yang sedang belajar berdamai dengan masa lalu. Banyak orang bilang usia 20 itu usia paling indah masa penuh mimpi, tawa, dan perjalanan menemukan diri sendiri. Tapi bagiku, usia 20 adalah titik di mana aku mulai benar-benar menghadapi luka yang sudah lama kupendam. Aku anak broken home. Sejak aku masih duduk di bangku TK, rumah sudah bukan lagi tempat yang terasa seperti rumah. Ayah dan ibu memilih jalan masing-masing, dan aku akhirnya tinggal bersama kakek dan nenek. Waktu itu, aku terlalu kecil untuk benar-benar mengerti apa arti perpisahan, tapi aku bisa merasakannya kehilangan yang menyesakkan, rasa iri melihat teman-teman sebayaku pulang ke pelukan ayah dan ibu mereka. Masa kecilku penuh dengan tanya. “Kenapa aku yang harus begini?” “Apa aku nggak cukup baik untuk dipertahankan?” Pertanyaan-pertanyaan itu sering muncul tiap malam sebelum tidur. Nenek dan kakek sudah berusaha memberikan kasih sayang terbaik mereka, tapi tetap saja ...